Selasa, 30 April 2013

All about me

Mikir sih... 
Apa ya alesan gw bikin blog cem gini... Ternyata seru juga. Gw bisa nulis, curhat, ato mungkin maki-maki orang di sini. Toh blog punya gw yeee... bener ga??!!
Dan di sini juga gw berasa dunia khayalan gw menjadi nyata di sini. 

Salah satu khayalan gw adalah melakukan pernikahan dini dengan salah satu member 2PM yaitu Lee Junho tapi biar akrab gw panggil dia Junho Bebeib.
Ingat ya... "Pernikahan Dini" bukan pernikahan dini hari, karena gw ga mau digerebek satpam atau ditegor RT setempat ngadain pesta pernikahan tengah malam.
Selain itu gw juga pengen ngelahirin di luar nikah .
Eh...kenapa gw mau di luar nikah?! Soalnya kalo hamil pas nikahan kan repot. Masa lagi salam-salaman trus gw hamil ga mungkin dong.... Iya kan... Lah iya dong..
Dan sukur-sukur kalo anak gw nanti lahir di luar kandungan... Eitsss... Jangan pada protes dulu bilang itu penyakit. Bagus nanti anaknya lahir di luar kandungan, kalo di dalem kandungan kan berarti tuh anak belom lahir... #abaikan.

Gw demen berekspresi dan meluapkan semua sesuka hati gw. Dan bagi gw life is fun...
Liat sekitar elo... Semua itu bisa elo jadiin suatu hal yang lucu kalo elo nanggepin semua itu dengan sisi positif dan santai. Dan gw yakin saat itu, pasti elo akan lebih nikmatin hidup. 
So... Life is Fun!!!



~Salam Mario Tengil~

Ribka Ria

FOREVER WITH YOU

FOREVER WITH YOU

CAST : 
* Nichkhun Buck Horvejkul
* Reika Kaguya ( Other Cast )
* All member 2PM

Genre : Ga jelas...
Note    : Tulisan merah menandakan flash back

Ini FF perdana gue yang sejujurnya ga pernah gue publish... Tapi kali ini mau gue masukin ke blog ini...buat apa yah!!?? Buat satu pembelajaran aja pas gue bercita-cita jadi penulis..
Okay... Happy reading...
================================================

Namja tampan itu menatap langit-langit kamarnya dengan peluh keringat menetes di kening.  Sementara sinar matahari mulai menyelinap dari balik jendela, membuatnya tersadar waktu yang telah berganti.
" Arrrghhhhh..." erangnya tertahan seraya merenggangkan otot-otot tubuhnya yang sedikit agak kaku.

Pandangannya kini beralih pada jam digital berbentuk Mickey Mouse yang berada di atas meja nakas tepat di samping ranjangnya. Angkanya menunjukkan belum ada pukul tujuh pagi. Bukan waktu yang tepat untuknya bangun, mengingat ia baru saja tiba di rumah tengah malam tadi.  Itu pun ia memaksa langsung pulang setelah konser di Budokan berakhir dan memakai penerbangan terakhir untuk bisa tiba di negaranya.

“ Siallll…. Mimpi buruk itu lagi…” keluhnya dalam hati sambil mengusap wajah tampannya.

Mata coklatnya mulai beralih ke sisi ranjangnya  yang telah kosong, “ Chagieeyaaa…” panggilnya sedikit kesal saat tidak menemukan orang yang ia cari.
Ia memaksakan turun dari ranjang, meski sebenarnya mata dan tubuhnya memerintahkan dirinya untuk terus berbaring.
 “ Chaggie…. Chaggie…” Ia melongok ke kamar mandi yang ternyata kosong.

Wajah mengantuk dan rambut yang tidak beraturan tidak mengurangi kesempurnaan wajah tampannya saat ia tengah melangkahkan kakinya menuju dapur.
“ Ahhh... Dia itu kemana sih!!?” umpatnya kesal saat tidak menemukan orang yang ia cari juga di dapur.

Kini kakinya sengaja menuju ke lemari pendingin yang berada di samping jendela yang menghadap ke arah taman belakang, hanya untuk mengambil sebotol air mineral, untuk menghilangkan sedikit dahaganya.

“ That’s her!!!!” serunya girang saat melihat seseorang berkemeja putih agak besar di tubuhnya dipadu hotpants bewarna senada sedang terduduk di kursi taman.

Dengan cepat ia menghabiskan sisa air mineral di botol yang masih dalam genggamannya, dan kemudian segera berlari mengarahkan kakinya menuju taman.
Ia harus sedikit memutar melewati ruang keluarganya yang agak besar, kemudian melewati ruang tengah, dan terakhir harus melewati kolam renang favoritnya.
Yah… hanya berlari dalam rumah saja, namja itu harus mengeluarkan tenaga ekstra. Hingga peluhnya kembali membasahi wajah dan leher putihnya. Namun ia sendiri mengakui cukup bangga dengan rumah megahnya. Dan tentu saja ia bangga menyandang nama Horvejkul yang menjadi pemilik rumah itu.

“ Chaggie....” panggilnya.

Tentu saja, dia yang sedang terduduk itu mengenal betul orang yang bersuara di belakangnya, karenanya ia segera berbalik seraya memberikan senyum terbaiknya.
Senyum innocent yang selalu membuat namja tampan itu selalu merasa tergila-gila bila melihatnya, dan akhirnya membuat sang namja itu memutuskan untuk menyerahkan gelar Nyonya Horvejkul kepada dia yang memiliki senyum itu.

“ Apa yang kau lakukan di sini?! Sepagi ini…” tanyanya setelah mengambil tempat di sampingnya.

“ Khunnie chagieyaa.. Mengapa kau sudah bangun?!! Tidurlah lagi… Wajahmu masih terlihat amat lelah...” gadis itu malah bertanya balik pada namja bernama lengkap Nichkhun Buck Horvejkul atau lebih akrab disapa Khunnie.

Dengan sedikit gemas, Khunnie mencubit ringan pipi chubby gadis disampingnya.
“ Ishh... Reika Kaguya!!! Harusnya kau menjawab pertanyaanku, dan bukannya bertanya balik??” protesnya merucutkan bibir membuat wajah tampannya makin terlihat cute dengan aegyo nya yang selalu sempurna.

Gadis itu seperti tidak mau kalah, ia pun mengeluarkan aegyo berpura-pura marah dan ikut merucutkan bibirnya sambil mengusap pipinya yang menjadi korban tangan Khunnie,  “ Aku terbangun karena dadaku terasa tidak nyaman pagi ini....” keluhnya.
Khunnie seperti baru menyadari wajah Reika yang lebih pucat dari biasanya.

“ Aigooo… Mengapa aku baru menyadari wajah pucatnya??! Khunnie pabo!! Ahh… ini salahku karena terlalu sibuk dengan urusan konser 2PM!! Bahkan aku harus meninggalkannya di Thailand bersama keluargaku, meski kami masih terbilang pengantin baru.” makinya berkali-kali dalam hati menyesali semua kelalaiannya.

“ Chaggie... Kau sakit??!” tanya Khunnie sambil meraba kening, pipi serta bagian wajah lain sang istri yang tidak terasa panas sedikit pun.

“ Ahhh… Chagie… Kau mau memeriksaku atau membuat wajah cantikku ini berantakan sih??!” Keluh Reika menyingkirkan tangan Khunnie kesal yang alih-alih memeriksa tapi malah seenaknya mengacak-acak wajahnya dengan tidak sopan.

Khunnie terkekeh pelan menanggapi protes sang istri, “ Mangkanya katakan apa yang kau rasakan??!”

“ Anniyoo…” sergah Reika cepat.

“ Ya sudah, kita ke dokter saja sekarang?! Atau biar saja dokter yang memeriksamu di sini?!” bujuk Khunnie lagi.

“ Andwae..” ujar Reika menggeleng cepat.

 “ Aissshhh… Ini tidak itu tidak mau.. Sebenarnya kau itu kenapa sih?! Lihat wajahmu itu pucat sekali!!!” gerutu Khunnie tidak jelas.

Reika melirik menggoda Khunnie di sampingnya kemudian menunduk menahan tawa, berselang ½ menit kemudian, Reika berdiri di hadapan Khunnie tanpa bicara.
Khunnie mendongakkan wajahnya untuk mempertemukan tatapan mereka kembali, namun tanpa permisi Reika malah meraih kepala Khunnie hingga kepala namja itu merapat pada perutnya.
Khunnie yang tidak mengerti maksud Reika, hanya memeluk pinggang ramping sang istri dengan lembut. Reika membalasnya dengan belaian lembut helaian demi helaian rambut coklat Khunnie.
“ Chaggie…. KAUU??! Jangan-jangan… itu… Jinjja??!” seru Khunnie tiba-tiba tersentak seraya melepaskan pelukannya dan mendongak menatap kembali mata onyx Reika yang bening.



Reika hanya mengulum senyum menggoda, membuat Khunnie terlonjak dari duduknya dan berdiri di hadapannya. Dengan lembut dan hati-hati, Khunnie meraih bahu mungil Reika dan kembali menatap  matanya dalam-dalam mencoba mencari jawaban atas tebakannya barusan.
“ Jinjja?!!” tanya Khunnie mengulang lagi.

Reika menggigit bibir bawahnya seraya menunduk dan mengangguk cepat dengan wajah


merona.


“ WWOAAAA...” Khunnie bersorak girang sambil meraih tubuh kecil Reika hingga gadis itu


terangkat.


“ Yackkk… Chaggie... hati-hati... kandunganku masih lemah... Jadi kau tidak boleh sembarangan!!!” protesnya sambil memukul pundak Khunnie pelan.

“ Ahhh.. mian… mianhae…” Khunnie melepaskan tubuh Reika dengan perlahan.
Khunnie menatap Reika dengan malu-malu kemudian menunduk merapatkan telinganya di perut rata sang istri, “ Baby… ini daddy!! Kau bisa mendengar daddy??! Jangan nakal dan menyusahkan mommy yah!!?”

“ Nichkhun Buck Horvejkul... ini baru berjalan 4 minggu, babynya belum terbentuk sempurna!!” ucap Reika tergelak melihat tingkah Khunnie. Namun Khunnie hanya membalasnya dengan wink andalannya membuat Reika kembali tertawa sambil mendorong tubuh besar Khunnie untuk menjauhinya.
Reika hanya pasrah saja, saat Khunnie malah menangkapnya dan membawanya masuk ke dalam pelukan tubuhnya yang besar.

“ Ssttttt.... Chagieyaa… Ada mommy dan daddymu!! Malu!!” Reika melepaskan pelukan Khunnie saat melihat gelagatnya yang akan memberikannya sebuah ciuman hangat kepadanya.
Seperti yang Reika katakan, Khunnie bisa melihat kedua orang tuanya yang berjalan dengan sepasang pria dan wanita berpakaian serba putih.
Khunnie menggandeng Reika dan mengajaknya berjalan menghampiri kedua orang tuanya.

 “ Mom… Dad… ada apa?!! Kenapa ada Dokter Rattapoom di sini?!!” tanya Khunnie menatap kedua orang tuanya.
“ Mommy… Apakah kepalamu sakit lagi??! Apakah tensi darahmu kembali tinggi??!” tanya Khunnie lagi dengan nada yang mengisyaratkan kecemasan.

Ny. Horvejkul yang selalu terlihat cantik di usia senjanya, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya yakin, “ Mommy tidak apa-apa sayang..”

“ Jinjja??!” tanyanya ulang.
Yahhh.. Karena kelamaan di Korea, Khunnie sering mencampur adukkan bahasa Korea di keluarganya, meski awalnya Khunnie mendapat protes dari keluarganya yang tidak mengerti, tapi kelamaan mereka bisa menerima hal itu. Bahkan seringkali keluarganya membalas dengan bahasa Korea yang simple.

“ Yes… My prince… Everything’s okay, honey!!” jawab mommy Khunnie sambil mengusap lengan kekar putra kesayangannya.

Seakan masih kurang yakin, kini tatapan Khunnie beralih pada pria berpakaian putih yang 
berdiri di samping daddynya, “ Dokter Rattappoom… Benarkah itu??!”

“ Yup... Tuan Nichkhun... Mommy anda berada dalam kondisi primanya..” jawab Dokter Rattapoom sambil membenarkan letak kaca matanya.

Khunnie bisa bernafas lega setelah mendengar penuturan dokter pribadi keluarga mereka.
“ Syukurlah kalau begitu!! Ahh, iya.. Begini ada kabar gembira yang ingin kusampaikan untuk kalian..” ujar Khunnie tidak bisa menahan senyum bahagia di raut wajahnya.

“ What’s wrong honey?”

Khunnie menyempatkan melirik Reika yang menunduk malu di sampingnya sebelum menyampaikan kabar yang ia maksud.
“ I’ll be a daddy!!” serunya girang.
Seperti yang bisa dibayangkan sebelumnya, kedua mata orang tua Khunnie itu terbelalak mendengar berita yang Khunnie sampaikan.

“ APAAAA??!” seru kedua orang tua Khunnie bersamaan.

“ Yes… Mom... Dad… kalian akan menjadi kakek dan nenek!!!” Jawab Khunnie sambil menghambur memeluk keduanya secara bergantian.

“ Ouww... Ehmm... Congratulation sayang!!” ucap Ny. Horvejkul gugup.

“ Mom… Dad… Ayo berikan ucapan selamat juga pada Reika..” protes Khunnie melihat kedua orang tuanya yang seolah masih terkejut dengan kabar yang mereka terima.
Khunnie kembali melirik Reika tersayangnya yang tidak pernah berhenti memberikan senyum cantiknya di samping Khunnie.
Tiba-tiba saja Reika mendekap mulutnya dengan sebelah tangannya, sementara tangannya memegang perutnya. Kemudian tanpa permisi berlari masuk ke dalam rumah.
“ Ahh… Mom... Dad… I’m so sorry!!! Sepertinya aku harus permisi dulu untuk menemani Reika. Entah kenapa, sepertinya Reika merasa mual seperti itu.” Jelas Khunnie sekaligus menjadi kalimat pamitnya.

“ Mungkin istri anda mengalami morning sickness, Tuan Nichkhun..” sela suster yang sedari tadi berdiri di belakang Dokter Rattapoom.

“ Ah... benarkah itu?! Maukah anda memeriksa istriku?!” tanya Khunnie penuh harap

“ Dengan senang hati Tuan Nichkhun..” jawabnya.
Khunnie bersama sang suster pun mengejar Reika yang sudah menghilang ke dalam rumah

****

Ny. Horvejkul menatap pangeran tampannya bersama suster yang perlahan menghilang ke dalam rumah dengan tatapan yang sulit diartikan.


“ Anda lihat sendiri dokter??!” tanyanya sambil mengusap butiran bening yang menggenang di sudut matanya yang agak sedikit menampakkan kerutan.
Tn. Horvejkul merangkul pundak istrinya, sekedar mengurangi beban kesedihan yang ia sendiri teramat mengerti.

“ Saya mengerti kesedihan anda Nyonya Horvejkul… Tapi kalau didiamkan seperti ini, Tuan Nichkhun tidak akan pulih..” Jawab dokter muda.

“ Apakah kami tidak bisa memberi perawatan di rumah?! Kami tidak sanggup melepasnya!! Apa kata para penggemarnya nanti…” suara Ny. Horvejkul mulai meninggi di tengah isakannya yang tertahan.

Kedua orang tua Khunnie pasti bisa mendengar jelas helaan nafas berat dokter muda yang sudah menjadi dokter keluarga mereka, “ Maaf nyonya Horvejkul... Kita tidak punya pilihan lain..” jawabnya dengan nada menyesal.
****

Nichkhun Buck Horvejkul begitu tampan saat mengenakan setelan jas berwarna putih dengan sedikit warna gold di sepanjang kerah blazernya. Bisa terlihat rasa haru yang terpampang di wajah keluarganya. Terutama sang mommy.
Bagaimana tidak, sang mommy seolah tidak percaya Khunnie akan menikah lebih dulu melangkahi sang kakak, Nichan Buck Horvejkul.

Khunnie menikah dengan gadis yang begitu beruntung yang ia perkenalkan dengan keluarganya setahun lalu. Reika Kaguya, gadis keturunan Jepang. Begitu sederhana dan sopan dan menyenangkan meski ia dari panti asuhan kecil di suatu kota di Jepang.

“ Tuan Nichkhun Buck Horvejkul silahkan anda mencium mempelai anda, Nona Reika Kaguya..” titah pendeta yang berdiri di depan mimbar.

Sontak seisi gereja menjadi riuh karena memang mereka menunggu moment tersebut sedari tadi. Lampu blits dari kamera para pers dan media tidak henti-hentinya mengabadikan moment indah pernikahan Prince Thai Khun.
Dapat dilihat juga, dari kursi undangan, para sahabat-sahabat Khunnie di 2PM berseru menggoda.
Air mata bahagia Ny. Horvejkul jatuh saat Khunnie mulai menyatukan bibirnya dengan bibir gadis di hadapannya dengan lembut.
Dapat dipastikan beribu-ribu gadis akan patah hati melihat moment pernikahan sang Prince Thai.
.
.
.

Kini Khunnie dan Reika berdiri di depan pintu gereja, bersiap melempar bouqet bunga yang ditunggu seluruh undangan yang masih lajang. Terlihat juga member 2PM dan 2AM begitu antusias berpartisipasi mendapatkan bunga yang akan dilempar Khunnie dan Reika.

Ny. Horvejkul tidak bisa menahan tawanya, saat melihat Chansung mendorong Junho dengan kekuatan supernya, hingga namja berambut merah yang terpaut sebulan darinya itu jatuh terjungkal.  Namun tidak berapa lama, namja itu bangkit untuk memberikan jitakan ringan di kepala sang maknae.

“ Hyung... Lempar kemari!!” seru Chansung

“ Aishhh... Chansung-ahh… Harusnya kau mengalah sama hyung-hyung mu yang masih jomblo ini...” protes Taecyeon sambil menyikut berusaha menyingkirkan Chansung dari posisinya yang berdiri di depannya.

“ Andwae, hyung…” Jawab Chansung tidak mau kalah.





DOOORRRRRR...









Nichkhun dan Reika mengurungkan niatnya untuk melempar bouqet bunga dan segera mengalihkan pandangannya ke arah suara letusan yang terdengar cukup keras.


“ Chaggie… Apakah ada acara kembang api?!” tanya Khunnie setengah berbisik.

“ Kurasa tidak ada...” jawab Reika dengan wajah bingungnya.

Pasangan berbahagia itu terkejut karena para hadirin kemudian berlari berhamburan dengan panik melihat seorang namja berusia tanggung dan berjaket kulit warna coklat tengah menodongkan pistol ke arah pasangan pengantin yang berbahagia.
“ Nichkhun Buck Horvejkul!!! Seharusnya kau setia pada istrimu!!! Victoria!! Kenapa kau malah mengkhianatinya!!??” teriak namja tidak dikenal itu.

“ Kau mengenalnya??!!” bisik Reika cemas

“ Tidak!! ” jawab Khunnie yang segera berdiri di depan Reika untuk melindunginya.

“ Sepertinya fans fanatic Khuntoria… Psychopat!!!” gumam Khunnie menganalisa.
“ NICHKHUN!!! Lebih baik kau mati dari pada bersama dengan gadis itu!!!” teriaknya  sambil menarik pelatuk pistolnya.



DDOOORRRRR...

DOorrrrr…




Teriakan berhamburan kembali memecah suasana tersebut. 
Namun berbeda dengan para tamu yang berteriak terkejut, Nichkhun tidak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan keterkejutannya saat melihat Reika berdiri menghadap dirinya, “ Reika….” panggilnya pelan.

Reika hanya tersenyum sampai akhirnya tubuhnya ambruk ke pelukan Khunnie.




“ REIII... REIKAAA!!! ANDWAEEE.. BANGUNNN!!!” teriak Khunnie histeris melihat gaun putih Reika mulai menjadi merah.



Pelaku penembakan itu tertegun melihat sasarannya meleset, bukan hanya meleset bahkan sama sekali tidak menyerempet tubuh Khunnie sedikitpun.

Hal itu tidak disia-siakan Taecyeon yang segera memiting batang leher namja psycho itu dari belakang. Dan tanpa diminta, Chansung segera membantu hyung Bostonnya merebut pistol dari genggaman tangannya, dengan sebelumnya memberi pukulan telak di perut pelaku kejahatan itu.



“ Hyung….cepat bawa ke rumah sakit!!!” seru Junho menghampiri Khunnie yang terlihat begitu shock.

Junsu segera meminta kunci mobil pengantin yang stand by di depan gereja dari tangan sang driver.

“ Khun hyung!!! CEPAT!!!” perintah Wooyoung yang sudah duduk di kursi depan bersama Junsu yang sudah ada di balik kemudi.

Dengan bantuan Junho, Khunnie menggendong tubuh istrinya yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam mobil.
Hal yang tidak pernah Khunnie bayangkan sebelumnya, ia akan menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam wedding car mereka dalam kondisi seperti itu.

“ Reika bertahanlah..” bisik Nichkhun memeluk tubuh Reika yang tidak sadarkan diri.

Wooyoung menggigit jemarinya cemas hingga ia berulang kali melongokkan kepalanya ke kursi belakang di mana Khunnie dan Reika duduk di sana.
 “ Junsu hyunggg... Apa tidak bisa lebih cepat!!!” pinta Wooyoung

Junsu terdiam tidak menanggapi kata-kata Wooyoung.

“ Junsu hyungggg!!!!” kini Wooyoung menaikkan suaranya saat melihat Junsu yang masih terdiam.

“ Diam Wooyoung!! Jangan buat aku tambah gemetar..” maki Junsu.
.
.
.

Khunnie mengusap lembut pipi Reika yang terbaring di ranjang Rumah Sakit sejak tiga jam yang lalu. Gaun pengantin itu pun masih melekat dalam tubuhnya yang sempurna.
Seluruh keluarganya dan sahabat-sahabatnya juga berada di sana, menatapnya dengan prihatin.
Namun ia tidak begitu memperdulikan kehadiran  mereka. Karena yang ia mau, hanya menjaga Reika dari tidurnya.

“ Honeyyy…” Ny. Horvejkul mengusap pundak Khunnie lembut seolah menyalurkan sebagian kekuatan untuk putranya.

“ Mom… jangan paksa aku untuk istirahat apa lagi harus meninggalkan tempat ini!!” Khunnie berbicara dengan terus memandang lekat wajah pucat sang istri yang seolah tersenyum dalam tidak sadarnya.
Ia menghela nafas berat dan menghembuskannya pelan-pelan, “ Aku ingin… aku yang pertama dilihatnya saat ia tersadar nanti!!”

“ Khunnieee…” Ny. Horvejkul tidak bisa menahan isakannya lebih lama lagi hingga sang suami harus menariknya ke dalam pelukannya.

“ Benar chagieyaa… aku tidak akan kemana-mana.. Aku akan di sini menjagamu!! Karena itu lekaslah bangun!!”
****




Reika terduduk di ranjang sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding. Wajahnya begitu pucat sehabis memuntahkan untuk menyalurkan rasa mualnya.
Perlahan Khunnie menaruh kepalanya di pangkuan Reika. Terlihat raut wajah nyaman saat kepala Khunnie menyentuh kulit Reika, “ Chaggie..” panggilnya manja.

“ Ne Chagieyaa..” jawab Reika singkat.

“ Ehhmmm… Kau tau… Tadi pagi saat aku terbangun… Itu karena aku bermimpi buruk… Sangat buruk!!!” keluhnya.

“ Jinjja?! Mimpi apa!!??” tanya Reika sambil memainkan jemarinya untuk membelai rambut Khunnie.

Raut wajah Khunnie berubah menjadi nyaman kembali menikmati setiap sentuhan di ujung kepalanya.
“ Aku bermimpi... Seseorang yang tidak kukenal, seseorang psychopat, menembakmu dengan senjata apinya..” Khunnie melanjutkan ceritanya sembari memeluk pinggang erat seolah Reika akan pergi meninggalkannya.

Bibir mungil Reika mengeluarkan suara tawa kecil, “ Dan kau percaya?!” tanyanya seolah mengejek Khunnie yang terlihat begitu takut dengan mimpinya yang notabene hanya sebuah bunga tidur.

“ Tentu saja tidak… Karena saat kubuka mata, aku tau itu semua hanya mimpi buruk..” jawab Khunnie ringan.
Khunnie menguap lebar merasakan letih yang menghinggapi tubuhnya, “ Aku mengantuk… Apakah kau keberatan bila aku tidur di pangkuanmu!!?” pinta Khunnie manja.

Reika tersenyum semu, “ Tentu saja tidak, chagieyaa.. Tidurlah!! Tidurlah di pangkuanku bila kau mau...” jawab Reika.

“ Reii....” panggil Khunnie di tengah kesadarannya yang akan membawanya dalam tidur.

“ Kumohon… Jangan pernah tinggalkan aku!!! Aku ingin bersamamu selamanya dan juga bersama calon baby kita…” perlahan mata Khunnie terpejam setelah kalimat terakhirnya.

“ Ne… Chagieyaa, aku tidak akan meninggalkanmu...” jawab Reika singkat sembari mendekati wajah  Khunnie dan mengecup ringan bibir cherry milik Khunnie.
 “ Anggaplah semua sebagai mimpi burukmu saja, maka aku akan terus di sisimu… Selamanya…” bisik Reika lembut.

Epilog

Ny. Horvejkul menangis sejadi-jadinya kemudian berlalu pergi meninggalkan suami dan Dokter Rattapoom tanpa permisi.
Ia mengarahkan dirinya menuju kamar putranya, membuka sedikit pintu kamar itu hanya untuk sekedar melihat sang putra yang duduk berdampingan bersama suster di sisi ranjang.
Dengan cepat ia membekap mulutnya yang hampir mengeluarkan isakan. Matanya begitu nanar melihat tawa ceria putra kebanggaannya.
Tawa ceria yang terus terdengar di sela-sela percakapan yang ia lakukan sendiri.

Yah… SENDIRI !!!

.
.
.
TAMAT

Piye.... Piye... Bener-bener ga jelas kan... bingung yah??!!!
Ya sudahlah... Toh perdana yakkk....