FOREVER WITH YOU
CAST :
* Nichkhun Buck Horvejkul
* Reika Kaguya ( Other Cast )
* All member 2PM
Genre : Ga jelas...
Note : Tulisan merah menandakan flash back
Ini FF perdana gue yang sejujurnya ga pernah gue publish... Tapi kali ini mau gue masukin ke blog ini...buat apa yah!!?? Buat satu pembelajaran aja pas gue bercita-cita jadi penulis..
Okay... Happy reading...
================================================
Namja tampan itu menatap langit-langit
kamarnya dengan peluh keringat menetes
di kening. Sementara sinar matahari
mulai menyelinap dari balik jendela, membuatnya tersadar waktu yang telah
berganti.
" Arrrghhhhh..." erangnya tertahan
seraya merenggangkan otot-otot tubuhnya yang sedikit agak kaku.
Pandangannya kini beralih pada jam digital
berbentuk Mickey Mouse yang berada di atas meja nakas tepat di samping
ranjangnya. Angkanya menunjukkan belum ada pukul tujuh pagi. Bukan waktu yang
tepat untuknya bangun, mengingat ia baru saja tiba di rumah tengah malam
tadi. Itu pun ia memaksa langsung pulang
setelah konser di Budokan berakhir dan memakai penerbangan terakhir untuk bisa
tiba di negaranya.
“ Siallll…. Mimpi
buruk itu lagi…” keluhnya dalam hati sambil mengusap wajah
tampannya.
Mata coklatnya mulai beralih ke sisi ranjangnya
yang telah kosong, “ Chagieeyaaa…”
panggilnya sedikit kesal saat tidak menemukan orang yang ia cari.
Ia memaksakan turun dari ranjang, meski
sebenarnya mata dan tubuhnya memerintahkan dirinya untuk terus berbaring.
“ Chaggie…. Chaggie…” Ia melongok ke kamar
mandi yang ternyata kosong.
Wajah mengantuk dan rambut yang tidak beraturan
tidak mengurangi kesempurnaan wajah tampannya saat ia tengah melangkahkan
kakinya menuju dapur.
“ Ahhh... Dia itu kemana sih!!?” umpatnya kesal
saat tidak menemukan orang yang ia cari juga di dapur.
Kini kakinya sengaja menuju ke lemari pendingin
yang berada di samping jendela yang menghadap ke arah taman belakang, hanya
untuk mengambil sebotol air mineral, untuk menghilangkan sedikit dahaganya.
“ That’s her!!!!” serunya girang saat melihat seseorang
berkemeja putih agak besar di tubuhnya dipadu hotpants bewarna senada sedang
terduduk di kursi taman.
Dengan cepat ia menghabiskan sisa air mineral
di botol yang masih dalam genggamannya, dan kemudian segera berlari mengarahkan
kakinya menuju taman.
Ia harus sedikit memutar melewati ruang keluarganya
yang agak besar, kemudian melewati ruang tengah, dan terakhir harus melewati
kolam renang favoritnya.
Yah… hanya berlari dalam rumah saja, namja itu
harus mengeluarkan tenaga ekstra. Hingga peluhnya kembali membasahi wajah dan
leher putihnya. Namun ia sendiri mengakui cukup bangga dengan rumah megahnya.
Dan tentu saja ia bangga menyandang nama Horvejkul yang menjadi pemilik rumah
itu.
“ Chaggie....” panggilnya.
Tentu saja, dia yang sedang terduduk itu
mengenal betul orang yang bersuara di belakangnya, karenanya ia segera berbalik
seraya memberikan senyum terbaiknya.
Senyum innocent yang selalu membuat namja
tampan itu selalu merasa tergila-gila bila melihatnya, dan akhirnya membuat
sang namja itu memutuskan untuk menyerahkan gelar Nyonya Horvejkul kepada dia
yang memiliki senyum itu.
“ Apa yang kau lakukan di sini?! Sepagi ini…”
tanyanya setelah mengambil tempat di sampingnya.
“ Khunnie chagieyaa.. Mengapa kau sudah bangun?!!
Tidurlah lagi… Wajahmu masih terlihat amat lelah...” gadis itu malah bertanya
balik pada namja bernama lengkap Nichkhun Buck Horvejkul atau lebih akrab
disapa Khunnie.
Dengan sedikit gemas, Khunnie mencubit ringan
pipi chubby gadis disampingnya.
“ Ishh... Reika Kaguya!!! Harusnya kau menjawab
pertanyaanku, dan bukannya bertanya balik??” protesnya merucutkan bibir membuat
wajah tampannya makin terlihat cute dengan aegyo nya yang selalu sempurna.
Gadis itu seperti tidak mau kalah, ia pun mengeluarkan aegyo
berpura-pura marah dan ikut merucutkan bibirnya sambil mengusap pipinya yang
menjadi korban tangan Khunnie, “ Aku
terbangun karena dadaku terasa tidak nyaman pagi ini....” keluhnya.
Khunnie seperti baru menyadari wajah Reika yang lebih pucat dari
biasanya.
“ Aigooo…
Mengapa aku baru menyadari wajah pucatnya??! Khunnie pabo!! Ahh… ini salahku
karena terlalu sibuk dengan urusan konser 2PM!! Bahkan aku harus
meninggalkannya di Thailand bersama keluargaku, meski kami masih terbilang
pengantin baru.” makinya berkali-kali dalam hati menyesali semua kelalaiannya.
“ Chaggie... Kau sakit??!” tanya Khunnie sambil
meraba kening, pipi serta bagian wajah lain sang istri yang tidak terasa panas
sedikit pun.
“ Ahhh… Chagie… Kau mau memeriksaku atau
membuat wajah cantikku ini berantakan sih??!” Keluh Reika menyingkirkan tangan
Khunnie kesal yang alih-alih memeriksa tapi malah seenaknya mengacak-acak
wajahnya dengan tidak sopan.
Khunnie terkekeh pelan menanggapi protes sang
istri, “ Mangkanya katakan apa yang kau rasakan??!”
“ Anniyoo…” sergah Reika cepat.
“ Ya sudah, kita ke dokter saja sekarang?! Atau
biar saja dokter yang memeriksamu di sini?!” bujuk Khunnie lagi.
“ Andwae..” ujar Reika menggeleng cepat.
“ Aissshhh…
Ini tidak itu tidak mau.. Sebenarnya kau itu kenapa sih?! Lihat wajahmu itu
pucat sekali!!!” gerutu Khunnie tidak jelas.
Reika melirik menggoda Khunnie di
sampingnya kemudian menunduk menahan tawa, berselang ½ menit kemudian, Reika
berdiri di hadapan Khunnie tanpa bicara.
Khunnie mendongakkan wajahnya untuk
mempertemukan tatapan mereka kembali, namun tanpa permisi Reika malah meraih
kepala Khunnie hingga kepala namja itu merapat pada perutnya.
Khunnie yang tidak mengerti maksud Reika, hanya
memeluk pinggang ramping sang istri dengan lembut. Reika membalasnya dengan
belaian lembut helaian demi helaian rambut coklat Khunnie.
“ Chaggie…. KAUU??! Jangan-jangan… itu…
Jinjja??!” seru Khunnie tiba-tiba tersentak seraya melepaskan pelukannya dan
mendongak menatap kembali mata onyx Reika yang bening.
Reika hanya mengulum senyum menggoda, membuat Khunnie
terlonjak dari duduknya dan berdiri di hadapannya. Dengan lembut dan hati-hati,
Khunnie meraih bahu mungil Reika dan kembali menatap matanya dalam-dalam mencoba mencari jawaban
atas tebakannya barusan.
“ Jinjja?!!” tanya Khunnie mengulang lagi.
Reika menggigit bibir bawahnya seraya menunduk
dan mengangguk cepat dengan wajah
merona.
“ WWOAAAA...” Khunnie bersorak girang sambil
meraih tubuh kecil Reika hingga gadis itu
terangkat.
“ Yackkk… Chaggie... hati-hati... kandunganku
masih lemah... Jadi kau tidak boleh sembarangan!!!” protesnya sambil memukul
pundak Khunnie pelan.
“ Ahhh.. mian… mianhae…” Khunnie melepaskan
tubuh Reika dengan perlahan.
Khunnie menatap Reika dengan malu-malu kemudian menunduk
merapatkan telinganya di perut rata sang istri, “ Baby… ini daddy!! Kau bisa
mendengar daddy??! Jangan nakal dan menyusahkan mommy yah!!?”
“ Nichkhun Buck Horvejkul... ini baru berjalan
4 minggu, babynya belum terbentuk sempurna!!” ucap Reika tergelak melihat
tingkah Khunnie. Namun Khunnie hanya membalasnya dengan wink andalannya membuat
Reika kembali tertawa sambil mendorong tubuh besar Khunnie untuk menjauhinya.
Reika hanya pasrah saja, saat Khunnie malah
menangkapnya dan membawanya masuk ke dalam pelukan tubuhnya yang besar.
“ Ssttttt.... Chagieyaa… Ada mommy dan
daddymu!! Malu!!” Reika melepaskan pelukan Khunnie saat melihat gelagatnya yang
akan memberikannya sebuah ciuman hangat kepadanya.
Seperti yang Reika katakan, Khunnie bisa
melihat kedua orang tuanya yang berjalan dengan sepasang pria dan wanita berpakaian
serba putih.
Khunnie menggandeng Reika dan mengajaknya
berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
“ Mom… Dad…
ada apa?!! Kenapa ada Dokter Rattapoom di sini?!!” tanya Khunnie menatap kedua
orang tuanya.
“ Mommy… Apakah kepalamu sakit lagi??! Apakah
tensi darahmu kembali tinggi??!” tanya Khunnie lagi dengan nada yang
mengisyaratkan kecemasan.
Ny. Horvejkul yang selalu terlihat cantik di
usia senjanya, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya yakin, “ Mommy tidak
apa-apa sayang..”
“ Jinjja??!” tanyanya ulang.
Yahhh.. Karena kelamaan di Korea, Khunnie sering mencampur
adukkan bahasa Korea di keluarganya, meski awalnya Khunnie mendapat protes dari
keluarganya yang tidak mengerti, tapi kelamaan mereka bisa menerima hal itu.
Bahkan seringkali keluarganya membalas dengan bahasa Korea yang simple.
“ Yes… My prince… Everything’s okay, honey!!”
jawab mommy Khunnie sambil mengusap lengan kekar putra kesayangannya.
Seakan masih kurang yakin, kini tatapan Khunnie
beralih pada pria berpakaian putih yang
berdiri di samping daddynya, “ Dokter
Rattappoom… Benarkah itu??!”
“ Yup...
Tuan Nichkhun... Mommy anda berada dalam kondisi primanya..” jawab Dokter
Rattapoom sambil membenarkan letak kaca matanya.
Khunnie bisa bernafas lega setelah mendengar penuturan dokter
pribadi keluarga mereka.
“ Syukurlah kalau begitu!! Ahh, iya..
Begini ada kabar gembira yang ingin kusampaikan untuk kalian..” ujar Khunnie
tidak bisa menahan senyum bahagia di raut wajahnya.
“ What’s wrong honey?”
Khunnie menyempatkan melirik Reika yang
menunduk malu di sampingnya sebelum menyampaikan kabar yang ia maksud.
“ I’ll be a daddy!!” serunya girang.
Seperti yang bisa dibayangkan sebelumnya, kedua
mata orang tua Khunnie itu terbelalak mendengar berita yang Khunnie sampaikan.
“ APAAAA??!” seru kedua orang tua Khunnie
bersamaan.
“ Yes… Mom...
Dad… kalian akan menjadi kakek dan nenek!!!” Jawab Khunnie sambil menghambur memeluk
keduanya secara bergantian.
“ Ouww... Ehmm... Congratulation sayang!!” ucap
Ny. Horvejkul gugup.
“ Mom… Dad… Ayo berikan ucapan selamat juga
pada Reika..” protes Khunnie melihat kedua orang tuanya yang seolah masih
terkejut dengan kabar yang mereka terima.
Khunnie kembali melirik Reika tersayangnya yang
tidak pernah berhenti memberikan senyum cantiknya di samping Khunnie.
Tiba-tiba saja Reika mendekap mulutnya dengan
sebelah tangannya, sementara tangannya memegang perutnya. Kemudian tanpa
permisi berlari masuk ke dalam rumah.
“ Ahh… Mom... Dad… I’m so sorry!!! Sepertinya
aku harus permisi dulu untuk menemani Reika. Entah kenapa, sepertinya Reika
merasa mual seperti itu.” Jelas Khunnie sekaligus menjadi kalimat pamitnya.
“ Mungkin istri anda mengalami morning sickness,
Tuan Nichkhun..” sela suster yang sedari tadi berdiri di belakang Dokter
Rattapoom.
“ Ah... benarkah itu?! Maukah anda memeriksa
istriku?!” tanya Khunnie penuh harap
“ Dengan senang hati Tuan Nichkhun..” jawabnya.
Khunnie bersama sang suster pun mengejar Reika
yang sudah menghilang ke dalam rumah
****
Ny. Horvejkul menatap pangeran tampannya
bersama suster yang perlahan menghilang ke dalam rumah dengan tatapan yang
sulit diartikan.
“ Anda lihat sendiri dokter??!” tanyanya sambil
mengusap butiran bening yang menggenang di sudut matanya yang agak sedikit
menampakkan kerutan.
Tn. Horvejkul merangkul pundak istrinya,
sekedar mengurangi beban kesedihan yang ia sendiri teramat mengerti.
“ Saya
mengerti kesedihan anda Nyonya Horvejkul… Tapi kalau didiamkan seperti ini, Tuan
Nichkhun tidak akan pulih..” Jawab dokter muda.
“ Apakah kami tidak bisa memberi perawatan di
rumah?! Kami tidak sanggup melepasnya!! Apa kata para penggemarnya nanti…”
suara Ny. Horvejkul mulai meninggi di tengah isakannya yang tertahan.
Kedua orang tua Khunnie pasti bisa mendengar
jelas helaan nafas berat dokter muda yang sudah menjadi dokter keluarga mereka,
“ Maaf nyonya Horvejkul... Kita tidak punya pilihan lain..” jawabnya dengan
nada menyesal.
****
Nichkhun Buck Horvejkul begitu tampan
saat mengenakan setelan jas berwarna putih dengan sedikit warna gold di
sepanjang kerah blazernya. Bisa terlihat rasa haru yang terpampang di wajah
keluarganya. Terutama sang mommy.
Bagaimana tidak, sang mommy seolah tidak percaya Khunnie akan
menikah lebih dulu melangkahi sang kakak, Nichan Buck Horvejkul.
Khunnie menikah dengan gadis yang begitu beruntung yang ia
perkenalkan dengan keluarganya setahun lalu. Reika Kaguya, gadis keturunan
Jepang. Begitu sederhana dan sopan dan menyenangkan meski ia dari panti asuhan
kecil di suatu kota di Jepang.
“ Tuan Nichkhun Buck Horvejkul silahkan
anda mencium mempelai anda, Nona Reika Kaguya..” titah pendeta yang berdiri di
depan mimbar.
Sontak seisi gereja menjadi riuh karena memang mereka
menunggu moment tersebut sedari tadi. Lampu blits dari kamera para pers dan
media tidak henti-hentinya mengabadikan moment indah pernikahan Prince Thai
Khun.
Dapat dilihat juga, dari kursi undangan, para sahabat-sahabat
Khunnie di 2PM berseru menggoda.
Air mata bahagia Ny. Horvejkul jatuh saat
Khunnie mulai menyatukan bibirnya dengan bibir gadis di hadapannya dengan
lembut.
Dapat dipastikan beribu-ribu gadis akan patah
hati melihat moment pernikahan sang Prince Thai.
.
.
.
Kini Khunnie dan Reika berdiri di depan pintu
gereja, bersiap melempar bouqet bunga yang ditunggu seluruh undangan yang masih
lajang. Terlihat juga member 2PM dan 2AM begitu antusias berpartisipasi mendapatkan
bunga yang akan dilempar Khunnie dan Reika.
Ny. Horvejkul tidak bisa menahan
tawanya, saat melihat Chansung mendorong Junho dengan kekuatan supernya, hingga
namja berambut merah yang terpaut sebulan darinya itu jatuh terjungkal. Namun tidak berapa lama, namja itu bangkit untuk
memberikan jitakan ringan di kepala sang maknae.
“ Hyung... Lempar kemari!!” seru Chansung
“ Aishhh... Chansung-ahh… Harusnya kau mengalah
sama hyung-hyung mu yang masih jomblo ini...” protes Taecyeon sambil menyikut
berusaha menyingkirkan Chansung dari posisinya yang berdiri di depannya.
“ Andwae, hyung…” Jawab Chansung tidak mau
kalah.
Nichkhun dan Reika mengurungkan niatnya
untuk melempar bouqet bunga dan segera mengalihkan pandangannya ke arah suara
letusan yang terdengar cukup keras.
“ Chaggie… Apakah ada acara kembang api?!”
tanya Khunnie setengah berbisik.
“ Kurasa tidak ada...” jawab Reika dengan wajah
bingungnya.
Pasangan berbahagia itu terkejut karena para
hadirin kemudian berlari berhamburan dengan panik melihat seorang namja berusia
tanggung dan berjaket kulit warna coklat tengah menodongkan pistol ke arah pasangan
pengantin yang berbahagia.
“ Nichkhun Buck Horvejkul!!! Seharusnya kau
setia pada istrimu!!! Victoria!! Kenapa kau malah mengkhianatinya!!??” teriak
namja tidak dikenal itu.
“ Kau mengenalnya??!!” bisik Reika cemas
“ Tidak!! ” jawab Khunnie yang segera berdiri
di depan Reika untuk melindunginya.
“ Sepertinya fans fanatic Khuntoria…
Psychopat!!!” gumam Khunnie menganalisa.
“ NICHKHUN!!! Lebih baik kau mati dari pada
bersama dengan gadis itu!!!” teriaknya sambil menarik pelatuk pistolnya.
DDOOORRRRR...
DOorrrrr…
Teriakan berhamburan kembali memecah suasana
tersebut.
Namun berbeda dengan para tamu yang berteriak
terkejut, Nichkhun tidak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan
keterkejutannya saat melihat Reika berdiri menghadap dirinya, “ Reika….”
panggilnya pelan.
Reika hanya tersenyum sampai akhirnya tubuhnya
ambruk ke pelukan Khunnie.
“ REIII... REIKAAA!!! ANDWAEEE.. BANGUNNN!!!” teriak
Khunnie histeris melihat gaun putih Reika mulai menjadi merah.
Pelaku penembakan itu tertegun melihat sasarannya
meleset, bukan hanya meleset bahkan sama sekali tidak menyerempet tubuh Khunnie
sedikitpun.
Hal itu tidak disia-siakan Taecyeon yang segera
memiting batang leher namja psycho itu dari belakang. Dan tanpa diminta,
Chansung segera membantu hyung Bostonnya merebut pistol dari genggaman
tangannya, dengan sebelumnya memberi pukulan telak di perut pelaku kejahatan
itu.
“ Hyung….cepat bawa ke rumah sakit!!!” seru
Junho menghampiri Khunnie yang terlihat begitu shock.
Junsu segera meminta kunci mobil pengantin yang
stand by di depan gereja dari tangan sang driver.
“ Khun hyung!!! CEPAT!!!” perintah Wooyoung
yang sudah duduk di kursi depan bersama Junsu yang sudah ada di balik kemudi.
Dengan bantuan Junho, Khunnie menggendong tubuh
istrinya yang sudah tidak sadarkan diri masuk ke dalam mobil.
Hal yang tidak pernah Khunnie bayangkan sebelumnya,
ia akan menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam wedding car mereka dalam
kondisi seperti itu.
“ Reika bertahanlah..” bisik Nichkhun memeluk
tubuh Reika yang tidak sadarkan diri.
Wooyoung menggigit jemarinya cemas hingga ia
berulang kali melongokkan kepalanya ke kursi belakang di mana Khunnie dan Reika
duduk di sana.
“ Junsu
hyunggg... Apa tidak bisa lebih cepat!!!” pinta Wooyoung
Junsu terdiam tidak menanggapi kata-kata
Wooyoung.
“ Junsu hyungggg!!!!” kini Wooyoung menaikkan
suaranya saat melihat Junsu yang masih terdiam.
“ Diam Wooyoung!! Jangan buat aku tambah
gemetar..” maki Junsu.
.
.
.
Khunnie mengusap lembut pipi Reika yang terbaring di
ranjang Rumah Sakit sejak tiga jam yang lalu. Gaun pengantin itu pun masih
melekat dalam tubuhnya yang sempurna.
Seluruh keluarganya dan sahabat-sahabatnya juga berada di sana,
menatapnya dengan prihatin.
Namun ia tidak begitu memperdulikan kehadiran mereka. Karena yang ia mau, hanya menjaga
Reika dari tidurnya.
“ Honeyyy…” Ny. Horvejkul mengusap pundak Khunnie lembut seolah
menyalurkan sebagian kekuatan untuk putranya.
“ Mom… jangan paksa aku untuk istirahat apa lagi harus
meninggalkan tempat ini!!” Khunnie berbicara dengan terus memandang lekat wajah
pucat sang istri yang seolah tersenyum dalam tidak sadarnya.
Ia menghela nafas berat dan menghembuskannya pelan-pelan, “ Aku
ingin… aku yang pertama dilihatnya saat ia tersadar nanti!!”
“ Khunnieee…” Ny. Horvejkul tidak bisa menahan isakannya lebih
lama lagi hingga sang suami harus menariknya ke dalam pelukannya.
“ Benar chagieyaa… aku tidak akan kemana-mana.. Aku akan
di sini menjagamu!! Karena itu lekaslah bangun!!”
****
Reika terduduk di ranjang sambil menyandarkan
tubuhnya ke dinding. Wajahnya begitu pucat sehabis memuntahkan untuk
menyalurkan rasa mualnya.
Perlahan Khunnie menaruh kepalanya di pangkuan
Reika. Terlihat raut wajah nyaman saat kepala Khunnie menyentuh kulit Reika, “
Chaggie..” panggilnya manja.
“ Ne Chagieyaa..” jawab Reika singkat.
“ Ehhmmm… Kau tau… Tadi pagi saat aku terbangun…
Itu karena aku bermimpi buruk… Sangat buruk!!!” keluhnya.
“ Jinjja?! Mimpi apa!!??” tanya Reika sambil memainkan
jemarinya untuk membelai rambut Khunnie.
Raut wajah Khunnie berubah menjadi nyaman
kembali menikmati setiap sentuhan di ujung kepalanya.
“ Aku bermimpi... Seseorang yang tidak kukenal,
seseorang psychopat, menembakmu dengan senjata apinya..” Khunnie melanjutkan ceritanya
sembari memeluk pinggang erat seolah Reika akan pergi meninggalkannya.
Bibir mungil Reika mengeluarkan suara tawa
kecil, “ Dan kau percaya?!” tanyanya seolah mengejek Khunnie yang terlihat
begitu takut dengan mimpinya yang notabene hanya sebuah bunga tidur.
“ Tentu saja tidak… Karena saat kubuka mata, aku
tau itu semua hanya mimpi buruk..” jawab Khunnie ringan.
Khunnie menguap lebar merasakan letih yang menghinggapi
tubuhnya, “ Aku mengantuk… Apakah kau keberatan bila aku tidur di
pangkuanmu!!?” pinta Khunnie manja.
Reika tersenyum semu, “ Tentu saja tidak,
chagieyaa.. Tidurlah!! Tidurlah di pangkuanku bila kau mau...” jawab Reika.
“ Reii....” panggil Khunnie di tengah
kesadarannya yang akan membawanya dalam tidur.
“ Kumohon… Jangan pernah tinggalkan aku!!! Aku
ingin bersamamu selamanya dan juga bersama calon baby kita…” perlahan mata
Khunnie terpejam setelah kalimat terakhirnya.
“ Ne… Chagieyaa, aku tidak akan meninggalkanmu...”
jawab Reika singkat sembari mendekati wajah Khunnie dan mengecup ringan bibir
cherry milik Khunnie.
“ Anggaplah
semua sebagai mimpi burukmu saja, maka aku akan terus di sisimu… Selamanya…” bisik
Reika lembut.
Epilog
Ny. Horvejkul menangis sejadi-jadinya kemudian berlalu
pergi meninggalkan suami dan Dokter Rattapoom tanpa permisi.
Ia mengarahkan dirinya menuju kamar putranya,
membuka sedikit pintu kamar itu hanya untuk sekedar melihat sang putra yang
duduk berdampingan bersama suster di sisi ranjang.
Dengan cepat ia membekap mulutnya yang hampir
mengeluarkan isakan. Matanya begitu nanar melihat tawa ceria putra
kebanggaannya.
Tawa ceria yang terus terdengar di sela-sela
percakapan yang ia lakukan sendiri.
Yah… SENDIRI !!!
.
.
.
TAMAT
Piye.... Piye... Bener-bener ga jelas kan... bingung yah??!!!
Ya sudahlah... Toh perdana yakkk....