HAPPY
ENDING
Cast
:
* Jay Park
* Reika Kaguya (fiction)
* All member 2PM
Genre : ??!!!! ( Bingung....)
FF jadul yang pembuatannya bersamaan dengan Forever With You. Dalam arti FF ini juga edisi perdana gw. Ga bagus... Ga mutu.... Sekedar buat fun.
So... let's cekidot!!!
Note : Tulisan merah bertanda flash back...
===========================================
“
Yack..lama sekali sih!?”
Kepala
namja itu menyembul dari balik pintu dengan wajah cemberut yang dibuat seimut
mungkin.
Aku
memutar kursiku ke arah namja tersebut agar bisa berhadapan langsung dengannya
yang berdiri di depan pintu, “ Bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk!?”
protesku dengan wajah tidak kalah cemberut dengan wajahnya.
Namja tersebut tidak membalas kata-kataku seperti biasa yang ia lakukan, dan malah hanya
berdiri tertegun dengan mulut terkatup-katup.
“
Jay..” panggilku bingung, namja itu tidak bergeming.
“
Jaebeom…”panggilku lagi setengah berteriak, masih dengan posisi yang sama dan
tetap tidak juga bergeming.
“ JAY
PARKKKK..” teriakku
Ah…
kali ini berhasil... karena namja itu tersentak mendengar teriakanku
“
Aishhh...” keluhnya sambil menutup kedua telinganya.
Aku
menatapnya tajam, “ Waeyo?? ” tanyaku ketus mendahului sebelum ia sempat
memprotesku lebih dulu.
“
Siapa suruh kau masuk tidak ketuk pintu dulu… Dan malah melamun di depan
pintu...” protesku lagi sambil memalingkan wajahku dan kembali menekuri cermin
besar di hadapanku.
“
Bagaimana kalau aku sedang berganti pakaian..” ucapku lebih lanjut
“ Aku
yang rugi!! Melihat tubuh yang seperti papan cucian sepertimu akan membuat
nafsu makanku hilang selama sebulan…”
bantah Jay
Aku
memutar kursi kembali hendak memprotes dirinya, tapi namja itu tanpa permisi
memutar kembali kursiku hingga menghadap kembali ke cermin.
“
Sstttt……”
Jay
membungkukkan badannya hingga wajahnya berada di sampingku dan menatap wajahku
di cermin
“
Reika kaguya…” bisik Jay memanggil namaku.
“ Hari
ini… aku hampir tidak mengenalimu. Kau
terlihat…ehmmm… cantik sekali…” bisiknya lagi membuat wajahku memerah
“ Ehmmm…Gomawo...”
aku menunduk malu kepalaku tidak berani menatap mata sipitnya meski hanya dari
cermin.
Jay
menarik nafas sambil tersenyum, “ Baiklah… saatnya kita keluar. Mereka sudah
hampir bunuh diri menunggu princess kita ini berdandan.” gurau Jay sambil
melipat tangan di dada dan memasang wajah yang teramat serius.
Aku
hanya bisa tergelak melihat tingkahnya, “ Baiklah…” kataku sambil bangkit dari
meja riasku
Dua
orang penata rias yang sedari tadi di sampingku, membantu merapikan ujung
gaunku dan memberikan rangkaian bunga mawar putih kepadaku.
“
Perfect..” Jay membentuk jarinya menjadi huruf ‘O’ dengan menyatukan jari
telunjuk dan ibu jarinya.
Kulirik
dirinya yang mengenakan setelan serba putih dari kemeja, jas, hingga sepatu, “Ehhmmm…kupikir-pikir...
Hari ini…kamu juga sangat tampan...” pujiku tulus
Wajah
Jay berubah menunjukkan ketidak sukaan, “ Yack…hanya hari ini?? Memangnya
kemarin-kemarin aku tidak tampan??” protes Jay
“
Tampan... Tampan… Hanya saja kemarin-kemarin aku malas mikir.” Jawabku tertawa
sambil mengapit lengannya.
.
.
.
Aku
sedikit gugup saat berjalan di pelataran. Bagaimana tidak bila seluruh mata di
ruangan ini tertuju kepadaku. Apalagi undangan yang berada paling depan sebelah
kananku. Aku bisa melihat, wajah-wajah tampan itu tidak pernah berhenti
mengulum senyum menggodaku. Yah...tapi itulah para member 2PM yang terkenal jahil.
Tapi
yang paling menarik perhatianku adalah seseorang yang memakai setelan jas biru
laut yang duduk di belakang member 2PM dengan dikelilingi yeoja-yeoja cantik
dari Miss A dan namja tampan dari 2AM.
“ Park
Jinyoung datangggg???” seruku dalam hati
Hampir
saja aku jatuh karena tersandung oleh gaunku sendiri bila saja namja di
sampingku ini tidak menepuk punggung tanganku yang melingkar di lengannya.
“
Santai saja Rei…” bisik Jay yang mengetahui kegugupanku.
Aku
memandang sekilas Jay yang tidak berhenti memberikan senyum terbaiknya hari
itu.
Entah
kenapa, sesaat semua kenangan kejadian sebelum aku sampai di sini, terlintas di
benakku
.
.
.
“
Hyung… aku mohon!!” pinta Jay memelas berdiri di depan meja sang dewa JYP
Entertainment.
Park
Jinyoung hanya menatap dingin, “ Itu sudah keputusanku!!” jawab JYP tegas
“
Tapi…”
“ Jay
Park… Aku berhak mengatur dengan siapa artisku boleh berhubungan..” JYP
mengetuk meja kerjanya dengan kepalan tangannya.
“
Lagipula kurasa kau tau Jay… Menikah dengan bangsa lain masih dianggap tabu di
Korea..” JYP menekan nadanya dengan penuh kesinisan, “ Menikah dengan orang
Jepang misalnya...”
JYP memandang
ke arahku dengan pandangan yang sama sekali tidak kusukai.
“
Indonesia!!! Ayahku memang orang Jepang, tapi aku warga Indonesia...” tegasku
Ia
tersenyum angkuh membuatku ingin marah rasanya, “ Yeah... whatever... sama saja...”
jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
“
Tidak ada gunanya kita berlama-lama di sini...” Jay menarik tanganku keluar
dari ruangan itu, “ Kita pergi dari sini…” ucapnya saat menarik tanganku.
Jay
menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, “ Hyung..” panggil Jay masih dengan
membelakan
“ Kau
memang bos...tapi….. kau bukan Tuhan yang menentukan jalan hidup artismu!!” ucap
Jay geram kemudian ia menutup pintu dengan sedikit keras.
Dari
pertama aku mengenal namja ini, baru kali ini aku melihatnya begitu marah
.
.
.
Kami sengaja
memilih tempat duduk paling pojok di café. Aku menatap wajahnya yang masih terlihat
kesal, sesekali tangannya memainkan sendok di cangkir hot chocolattenya
“ Jay…”
panggilku
“ Ehmm...”
ia mendehem pelan tanpa memalingkan tatapannya dari cangkir
Aku menarik
nafas berat, “ Seharusnya kau tidak usah berdebat seperti tadi dengannya.”
“ Aku
mengerti… Lagi pula….” aku berhenti sejenak memberi jeda untuk menghirup
milkshake ku, “ Kupikir wajar bila ia melakukan demikian...” lanjutku.
“
Wajar melakukan demikian?! Mengatur setiap kehidupan artisnya dan menentukan
dengan siapa artisnya bisa berhubungan kau bilang itu wajar?” Jay membulatkan
matanya.
Jay
memukul meja dengan pelan, “ Rei…Seorang artis punya kehidupan pribadi yang
tidak bisa ditentukan oleh siapapun!!”
“ Jay…
itu konsekuensi dari kontrak… dan...” kata-kataku terputus di situ
Jay
mengernyitkan alisnya,“ Dan??!!!” tanya Jay seolah menuntutku untuk melanjutkan
kalimat selanjutnya.
Aku
tersenyum ringan dan membalas tatapannya, “ Dan… aku mengerti bila aku harus
mundur...dan berpisah!!” jawabku mantap
Kupikir,
aku harus tetap tersenyum meski sebenarnya tenggorokanku kering seketika saat
kalimat itu berhasil meluncur dari bibirku. Aku hanya tidak mau Jay lebih
khawatir dan berbuat nekat lebih dari tadi, ketika ia mengajakku paksa untuk
menemui orang tersombong yang pernah kutemui, JYP.
Sejujurnya,
tidak pernah terpikirkan dalam kepalaku untuk berpisah dengan namja yang sangat
kucintai.
Aku
mencintainya bukan karena dia artis besar. Aku mencintai dia karena
yah...karena aku memang mencintainya... ahhhh... bahkan aku tidak perlu alasan
untuk mencintainya..
Plukkk…
Ia
melempar tissue bekas menyeka mulutnya ke arahku yang dibentuk bulat demikian
rupa, “ Ish...PABOOO..”
“Kalau
mau menyerah kenapa tidak dari dulu saja!!! Aku sudah memberanikan diri bertemu
dengan orang itu hanya untukmu, kau tau!!?”
“
Tapi...”
“
Tidak ada tapi!!! Sekali lagi kau katakan mau berpisah, aku akan memangkas
rambutmu sampai botak..” ancamnya
Aku begitu
takjub saat melihatnya berbicara, Jay yang biasanya konyol bisa berubah serius
juga.
“
Wae??” tanyanya ketus sambil menahan tawa ketika aku menatapnya dengan wajah
melongo.
Dengan
masih menahan senyum, Jay menyeruput hot chocolatenya, “ Upps… hot!!! It’s really
hot!!!” ucapnya sambil menaruh kembali cangkirnya dan megap-megap kepanasan
Aku
tidak bisa menahan tawaku ketika melihat wajah konyolnya. Dan tawaku semakin
pecah saat melihat Jay sengaja melemparkan winknya kepadaku
“
Lihat!!! Bukankah gaya wink-ku lebih cute dari milik si Thailand Khunnie??”
katanya dengan penuh percaya diri membuatku semakin terbahak-bahak.
Itulah
Jay selalu mampu membuatku tertawa dalam keadaan apapun.
Seperti
hari ini, saat aku sedang bingung menghadapi pertentangan dari JYP yang tidak
menyetujui hubunganku.
Aku
memang bukan orang Korea, aku dari Indonesia. Dari kecil aku sudah yatim piatu,
kata ibu Kepala Panti, ayahku seorang berasal dari Jepang dan ibuku berasal
dari Indonesia.
Aku
beruntung karena orang tua yang mengadopsiku ternyata pasangan dari dunia film.
Mulai dari situ, aku mengenal dunia entertainment. Dan dari film yang
disutradarai sekaligus diproduseri ayah angkatku, aku mulai berkenalan dengan
Jay Park yang menjadi lawan mainku.
Karena
Jay juga, aku bisa terdampar di Korea dan dihadapi dengan masalah percintaan
yang rumit.
“
Ehemmm…Jay...” aku menatap serius ke wajahnya setelah tawaku mereda
“ Ne...”
“
Bolehkah aku meminta dua hal kepadamu??” tanyaku penuh harap
“ Rei...
aku masih suci… jangan memintaku melakukan hal yang tidak-tidak..” kata Jay
sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Hampir
saja aku melempar gelas milk shake milikku bila saja ia tidak segera tertawa
dan meminta maaf, “ Mian… Rei... mian...” ucapnya di sela tawa renyahnya membuatku
menjadi malas mengatakan keinginanku.
“ Mian…
Rei… ayolah tadi kamu mau bicara apa??” bujuk Jay
Aku
tersenyum lucu membayangkan kata-kata yang ingin kuucapkan, “
Jay….saat aku menikah nanti… aku ingin kau mengabulkan permintaanku… Dan yang kuinginkan itu adalah....”
.
.
.
Aku
tersentak saat seseorang menyenggol lengan kananku berkali-kali, membuat
lamunanku buyar seketika.
Aku
memandang bingung namja yang berada di sampingku.
“
Reika Kaguya... Bersediakah kau menerima Jang Wooyoung sebagai suamimu?! Menemaninya
di kala suka dan duka, sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kalian?!”
Aku kembali
menatap bingung namja di sampingku yang semakin gelisah karena aku tidak menjawab
pertanyaan yang diajukan seorang pendeta di hadapan kami. Dan malah dengan
ekspresi bingung aku menoleh ke arah yang diisyaratkan namja tampan berkemeja
putih dengan sedikit warna gold di bagian kerahnya.
Uppss…
Sepertinya aku terlalu lama melamun hingga lupa kalau aku sedang berada di
acara pernikahanku.
Lebih
bodohnya lagi, sekarang malah jantungku ikut berdegup keras karena gugup.
“ Reika
Kaguya... Bersediakah kau menerima Jang Wooyoung sebagai suamimu?! Menemaninya
di kala suka dan duka, sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kalian?!” tanya
Pendeta itu untuk kesekian kalinya
“ Aaa…aku…”
aku bertambah gugup sementara jantungku juga ikut berdegup keras
Aku
memejamkan mata sekilas untuk menenangkan hatiku, “ Tentu... aku bersedia...”
jawabku mantap akhirnya dan dapat kudengar tarikan nafas lega namja di samping
kananku.
Jay
melangkah mendekat ke arah kami dengan membawa kotak berisi sepasang cincin
yang indah untuk kami berdua. Dengan perintah pendeta, kami saling menyematkan
cincin indah itu itu di jari manis kanan kami masing-masing.
“
Dengan ini kalian telah sah menjadi sepasang suami istri...” ucap pendeta itu
lantang, “ Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita…”
Mendadak
ruangan dalam gereja menjadi riuh. Dapat kulihat para member 2PM yang lain
tersenyum menggodaku dan Wooyoung.
Ketika
kami berhadapan, aku bisa memandang Wooyoung yang juga sama gugupnya denganku
“
Boleh aku menciummu??” Tanya Wooyoung dengan wajah polosnya.
Mataku
terbelalak sama seperti member 2PM yang menggeleng-gelengkan kepala mereka
mendengar pertanyaan Wooyoung.
“ PABO…
PABO… Pertanyaan apa itu Uyongieee?!!” aku mendengar seseorang pria dengan
aksen Daegu nya yang kental merutuki.
“ Yakkkk…
Uyongieee… Kalau kau tidak bisa cepat
mundur dari sana, biar aku yang menggantikan..” seru Taecyeon yang sudah
berdiri dari duduknya
“
Kurasa selama mereka pacaran, mereka tidak pernah berciuman… kasihan....” kini
sang maknae, Chansung ikut menimpali.
Wooyoung
menoleh ke arah teman-temannya yang masih saja ribut sendiri, “ Yackkk... aku
kan hanya berlaku sopan…” Wooyoung membela diri dengan wajah merona.
“ Aku
rasa kita harus memantau mereka pada saat malam pertama dan honeymoon nanti??!”
kata Jay dan langsung disetujui para member 2PM yang lain.
“ Kau
benar hyung… Kalau tidak, sampai kapanpun… kurasa Uyong tidak akan mendapatkan
keturunan...” jawab Nichkhun menimpali kata-kata Jay
“
Tapi aku sungguh tidak menyangka Wooyoung yang akan pertama menikah
duluan…” kata JYP sambil tertawa
“ Mau
taruhan hyung…berapa lama mereka akan bertahan?!” Junho ikut menanggapi.
“
Yackkk... aku mendengar itu!!!!” protes Wooyoung
Wooyoung
tidak sempat membalas cibiran teman-temannya lagi, karena aku segera menarik
kerah jasnya dan mencium tepat di bibirnya yang sensual.
Hanya
sekitar lima detik bibirku menempel di bibirnya namun mampu membuat seluruh isi
ruangan gereja ramai disertai ratusan lampu blitz yang tak henti-hentinya
mengabadikan moment pernikahan kami.
“
Begitu saja tidak bisa...” ucapku ketus menyembunyikan rona merah di pipiku.
Wooyoung
tertegun dengan wajah memerah. Dan masih dengan wajah yang sama ia menatap
pendeta yang selalu tersenyum melihat keributan kecil kami yang justru
mengundang tawa.
“
Boleh kami berciuman sekali lagi??” tanyanya polos membuat seluruh gereja itu
riuh kembali.
“
Tentu saja Tuan Jang Wooyoung..” jawab Pendeta itu sambil tertawa kecil
Baru
saja wajah suamiku itu hendak mendekati wajahku, aku sudah mendorongnya pelan, “Yack..nanti saja..”
“ Tapi Bapak pendeta sudah memberikan ijin, Chagie...”
pintanya memelas
Para
member 2PM tertawa girang melihat senjata ~angggg andalan Wooyoung tidak mempan
untukku.
Tiba-tiba
telingaku menangkap alunan nada yang sangat kukenal, serentak para member 2PM
dan Jay berhamburan sambil membawa microphone di tangan mereka. Nichkhun
mengapit pundak Wooyoung dan menyerahkan salah satu microphone yang dibawanya.
only you niga anim nal gochil su eobseo
nandasi useul su ga eobseo
it’s only you my baby it’s only you
kkeutnabeorin chueogeul honja wae
nochi motago butjaba jinagan geu saram bonaejugo saeroun sarmeul sara
o~ nado ara geuraeya handaneun geol nado
ara
cheoeum han dareun mitji antaga duljjae
dareun gyesok uldaga
setjjae dareun maeumeul dajapgo dareun
sarameul manna
o~ boryeo haesseo
hajiman naneun useul su eobseosseo
Aku
menutup mulutku yang ternganga dengan kedua tanganku, tidak dapat kupercayai
dengan pemandangan yang kulihat hari ini.
Aku
tidak bisa menyembunyikan kebahagianku saat melihat mereka menyanyikan lagu
yang kusukai dengan dance seperti biasa. Namun yang paling membuatku bahagia
adalah melihat mereka bertujuh seperti formasi mereka pertama kali.
Yah…lengkap
sudah dua keinginanku yang pernah kuungkapkan kepada Jay.
Pertama…
Aku ingin sahabatku, Jay, menjadi wali untuk pernikahanku menggantikan appa-ku
yang telah tiada.
Kedua…
Aku ingin melihat Jay bernyanyi bersama 2PM sekali lagi di pernikahanku, meski
hanya kolaborasi dan bukan sebagai satu team lagi.
Aku
sedikit mengangkat gaun putihku dan berlari ke arah namja berpipi chubby yang
kini sedang membuka kedua tangannya untukku. Tanpa kusia-siakan aku segera
menghambur ke dalam pelukannya dan Wooyoung mengecup bibirku. Tidak kupedulikan
tatapan jahil member 2PM yang mengelilingi kami
“
Hei..kau bahagia tidak??”
Aku
melepaskan ciumanku dan menoleh ke arah suara itu, “ Bodoh kalau kukatakan aku
tidak bahagia..” jawabku sambil tersenyum menatap Jay yang sedikit
terengah-engah sehabis melakukan beberapa gerakan dance.
“
Memang kau bodoh!!! Buktinya kau lebih
memilih namja ayam itu sebagai suamimu dan bukan aku...” Jay menggodaku
sekaligus Wooyoung
“
Hyung..terserah kau mau bilang apa... karena pemenang tidak perlu berkata
apa-apa untuk membuktikan kehebatannya…” Kata Wooyoung membalas kata-kata Jay
sambil memeluk tubuhku dari belakang
Tangisku
tidak bisa terbendung lagi di antara suasana membahagiakan itu.
“
Kalau begitu hapus air matamu..” ucap seseorang di belakang tubuh Jay
Aku
tersenyum dan mengangguk cepat menatap JYP, “ Gamsahamnida..” kataku sambil
membungkukkan badanku
“ Ne…
Cheonma...” jawabnya
“ Jay
benar. Aku memang bukan Tuhan yang bisa menentukan seluruh kehidupan artisku
dan takdir...” JYP menepuk pundak Jay pelan kemudian merangkul bahunya.
Aku dapat
melihat binar bahagia di mata Jay yang menatap mantan bos nya.
Tanpa
permisi dua namja yang tidak sadar diri dengan ukuran badannya, Taecyeon dan Chansung
menyelinap ke tengah-tengah kami.
“
Sudah… sudah… Bagaimana kalau kita foto dulu!!??” usul Chansung setengah
berbisik sambil menunjuk para wartawan.
“ Kita
berikan mereka berita yang tidak akan pernah mereka lupakan..” Taecyeon
menambahkan sambil menaik-naikan alis lebatnya.
JYP
mengangguk mantap, “ Good idea Ok Cat!!! Channie!!!”
“
Baiklah hitungan ketiga… kita berikan pose terbaik kita untuk mereka abadikan….”
saran JYP lebih lanjut.
“ Hana….”
Member 2PM mulai menghitung
“
Dul....” Jay dan JYP ikut menghitung
“ Set.......”
seru kami bersama-sama sambil berbalik menghadap wartawan dan berpose memakai
tanda V di tangan kami masing-masing.
Ratusan
blitz berkali-kali mengabadikan moment hari ini. Dan aku yakin besok seluruh
media cetak dan media elektronika akan dihebohkan dengan berita hari ini.
Pertama...
Berita mengenai pernikahanku dengan Jang Wooyoung-ku tersayang.
Kedua......
2PM dan Jay berkolaborasi menyanyikan lagu ‘Only You’ di acara pernikahan kami.
Ketiga......
Dalam foto kami, ada JYP dan Jay saling berangkulan!!!!
Hahahaha…
Bukankah itu berita yang kalian tunggu Hottest??! Jaywalkerz??!!!!
And ...
You got it now!!!!
.
.
.
HAPPY ENDING-TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar