Senin, 06 Mei 2013

HAPPY ENDING

HAPPY ENDING



Cast        : 
* Jay Park
* Reika Kaguya (fiction)
* All member 2PM

Genre : ??!!!! ( Bingung....)

FF jadul yang pembuatannya bersamaan dengan Forever With You. Dalam arti FF ini juga edisi perdana gw. Ga bagus... Ga mutu.... Sekedar buat fun.
So... let's cekidot!!!

Note : Tulisan merah bertanda flash back...
===========================================

“ Yack..lama sekali sih!?”
Kepala namja itu menyembul dari balik pintu dengan wajah cemberut yang dibuat seimut mungkin.

Aku memutar kursiku ke arah namja tersebut agar bisa berhadapan langsung dengannya yang berdiri di depan pintu, “ Bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk!?” protesku dengan wajah tidak kalah cemberut dengan wajahnya.
Namja tersebut tidak membalas kata-kataku seperti biasa yang ia lakukan, dan malah hanya berdiri tertegun dengan mulut terkatup-katup.
“ Jay..” panggilku bingung, namja itu tidak bergeming.
“ Jaebeom…”panggilku lagi setengah berteriak, masih dengan posisi yang sama dan tetap tidak juga bergeming.
“ JAY PARKKKK..” teriakku

Ah… kali ini berhasil... karena namja itu tersentak mendengar teriakanku
“ Aishhh...” keluhnya sambil menutup kedua telinganya.

Aku menatapnya tajam, “ Waeyo?? ” tanyaku ketus mendahului sebelum ia sempat memprotesku lebih dulu.
“ Siapa suruh kau masuk tidak ketuk pintu dulu… Dan malah melamun di depan pintu...” protesku lagi sambil memalingkan wajahku dan kembali menekuri cermin besar di hadapanku.
“ Bagaimana kalau aku sedang berganti pakaian..” ucapku lebih lanjut

“ Aku yang rugi!! Melihat tubuh yang seperti papan cucian sepertimu akan membuat nafsu makanku hilang selama sebulan…”  bantah Jay 
Aku memutar kursi kembali hendak memprotes dirinya, tapi namja itu tanpa permisi memutar kembali kursiku hingga menghadap kembali ke cermin.

“ Sstttt……”
Jay membungkukkan badannya hingga wajahnya berada di sampingku dan menatap wajahku di cermin
“ Reika kaguya…” bisik Jay memanggil namaku.
“ Hari ini… aku hampir tidak mengenalimu.  Kau terlihat…ehmmm… cantik sekali…” bisiknya lagi membuat wajahku memerah

“ Ehmmm…Gomawo...” aku menunduk malu kepalaku tidak berani menatap mata sipitnya meski hanya dari cermin.

Jay menarik nafas sambil tersenyum, “ Baiklah… saatnya kita keluar. Mereka sudah hampir bunuh diri menunggu princess kita ini berdandan.” gurau Jay sambil melipat tangan di dada dan memasang wajah yang teramat serius.

Aku hanya bisa tergelak melihat tingkahnya, “ Baiklah…” kataku sambil bangkit dari meja riasku
Dua orang penata rias yang sedari tadi di sampingku, membantu merapikan ujung gaunku dan memberikan rangkaian bunga mawar putih kepadaku.

“ Perfect..” Jay membentuk jarinya menjadi huruf ‘O’ dengan menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya.

Kulirik dirinya yang mengenakan setelan serba putih dari kemeja, jas, hingga sepatu, “Ehhmmm…kupikir-pikir... Hari ini…kamu juga sangat tampan...” pujiku tulus

Wajah Jay berubah menunjukkan ketidak sukaan, “ Yack…hanya hari ini?? Memangnya kemarin-kemarin aku tidak tampan??” protes Jay

“ Tampan... Tampan… Hanya saja kemarin-kemarin aku malas mikir.” Jawabku tertawa sambil mengapit lengannya.
.
.
.


Aku sedikit gugup saat berjalan di pelataran. Bagaimana tidak bila seluruh mata di ruangan ini tertuju kepadaku. Apalagi undangan yang berada paling depan sebelah kananku. Aku bisa melihat, wajah-wajah tampan itu tidak pernah berhenti mengulum senyum menggodaku. Yah...tapi itulah para member 2PM yang terkenal jahil.

Tapi yang paling menarik perhatianku adalah seseorang yang memakai setelan jas biru laut yang duduk di belakang member 2PM dengan dikelilingi yeoja-yeoja cantik dari Miss A dan namja tampan dari 2AM.

“ Park Jinyoung datangggg???” seruku dalam hati

Hampir saja aku jatuh karena tersandung oleh gaunku sendiri bila saja namja di sampingku ini tidak menepuk punggung tanganku yang melingkar di lengannya.

“ Santai saja Rei…” bisik Jay yang mengetahui kegugupanku.

Aku memandang sekilas Jay yang tidak berhenti memberikan senyum terbaiknya hari itu.
Entah kenapa, sesaat semua kenangan kejadian sebelum aku sampai di sini, terlintas di benakku

.
.
.


“ Hyung… aku mohon!!” pinta Jay memelas berdiri di depan meja sang dewa JYP Entertainment.

Park Jinyoung hanya menatap dingin, “ Itu sudah keputusanku!!” jawab JYP tegas

“ Tapi…”

“ Jay Park… Aku berhak mengatur dengan siapa artisku boleh berhubungan..” JYP mengetuk meja kerjanya dengan kepalan tangannya.
“ Lagipula kurasa kau tau Jay… Menikah dengan bangsa lain masih dianggap tabu di Korea..” JYP menekan nadanya dengan penuh kesinisan, “ Menikah dengan orang Jepang misalnya...”

JYP memandang ke arahku dengan pandangan yang sama sekali tidak kusukai.
“ Indonesia!!! Ayahku memang orang Jepang, tapi aku warga Indonesia...” tegasku

Ia tersenyum angkuh membuatku ingin marah rasanya, “ Yeah... whatever... sama saja...” jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.

“ Tidak ada gunanya kita berlama-lama di sini...” Jay menarik tanganku keluar dari ruangan itu, “ Kita pergi dari sini…” ucapnya saat menarik tanganku.
Jay menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, “ Hyung..” panggil Jay masih dengan membelakan
“ Kau memang bos...tapi….. kau bukan Tuhan yang menentukan jalan hidup artismu!!” ucap Jay geram kemudian ia menutup pintu dengan sedikit keras.

Dari pertama aku mengenal namja ini, baru kali ini aku melihatnya begitu marah

.
.
.

Kami sengaja memilih tempat duduk paling pojok di café. Aku menatap wajahnya yang masih terlihat kesal, sesekali tangannya memainkan sendok di cangkir hot chocolattenya

“ Jay…” panggilku

“ Ehmm...” ia mendehem pelan tanpa memalingkan tatapannya dari cangkir

Aku menarik nafas berat, “ Seharusnya kau tidak usah berdebat seperti tadi dengannya.”
“ Aku mengerti… Lagi pula….” aku berhenti sejenak memberi jeda untuk menghirup milkshake ku, “ Kupikir wajar bila ia melakukan demikian...” lanjutku.

“ Wajar melakukan demikian?! Mengatur setiap kehidupan artisnya dan menentukan dengan siapa artisnya bisa berhubungan kau bilang itu wajar?” Jay membulatkan matanya.
Jay memukul meja dengan pelan, “ Rei…Seorang artis punya kehidupan pribadi yang tidak bisa ditentukan oleh siapapun!!”

“ Jay… itu konsekuensi dari kontrak… dan...” kata-kataku terputus di situ

Jay mengernyitkan alisnya,“ Dan??!!!” tanya Jay seolah menuntutku untuk melanjutkan kalimat selanjutnya.

Aku tersenyum ringan dan membalas tatapannya, “ Dan… aku mengerti bila aku harus mundur...dan berpisah!!” jawabku mantap
Kupikir, aku harus tetap tersenyum meski sebenarnya tenggorokanku kering seketika saat kalimat itu berhasil meluncur dari bibirku. Aku hanya tidak mau Jay lebih khawatir dan berbuat nekat lebih dari tadi, ketika ia mengajakku paksa untuk menemui orang tersombong yang pernah kutemui, JYP.
Sejujurnya, tidak pernah terpikirkan dalam kepalaku untuk berpisah dengan namja yang sangat kucintai.
Aku mencintainya bukan karena dia artis besar. Aku mencintai dia karena yah...karena aku memang mencintainya... ahhhh... bahkan aku tidak perlu alasan untuk mencintainya..

Plukkk…

Ia melempar tissue bekas menyeka mulutnya ke arahku yang dibentuk bulat demikian rupa, “ Ish...PABOOO..”
“Kalau mau menyerah kenapa tidak dari dulu saja!!! Aku sudah memberanikan diri bertemu dengan orang itu hanya untukmu, kau tau!!?”

“ Tapi...”

“ Tidak ada tapi!!! Sekali lagi kau katakan mau berpisah, aku akan memangkas rambutmu sampai botak..” ancamnya

Aku begitu takjub saat melihatnya berbicara, Jay yang biasanya konyol bisa berubah serius juga.
 “ Wae??” tanyanya ketus sambil menahan tawa ketika aku menatapnya dengan wajah melongo.
Dengan masih menahan senyum, Jay menyeruput hot chocolatenya, “ Upps… hot!!! It’s really hot!!!” ucapnya sambil menaruh kembali cangkirnya dan megap-megap kepanasan

Aku tidak bisa menahan tawaku ketika melihat wajah konyolnya. Dan tawaku semakin pecah saat melihat Jay sengaja melemparkan winknya kepadaku
“ Lihat!!! Bukankah gaya wink-ku lebih cute dari milik si Thailand Khunnie??” katanya dengan penuh percaya diri membuatku semakin terbahak-bahak.

Itulah Jay selalu mampu membuatku tertawa dalam keadaan apapun.
Seperti hari ini, saat aku sedang bingung menghadapi pertentangan dari JYP yang tidak menyetujui hubunganku.

Aku memang bukan orang Korea, aku dari Indonesia. Dari kecil aku sudah yatim piatu, kata ibu Kepala Panti, ayahku seorang berasal dari Jepang dan ibuku berasal dari Indonesia.
Aku beruntung karena orang tua yang mengadopsiku ternyata pasangan dari dunia film. Mulai dari situ, aku mengenal dunia entertainment. Dan dari film yang disutradarai sekaligus diproduseri ayah angkatku, aku mulai berkenalan dengan Jay Park yang menjadi lawan mainku.
Karena Jay juga, aku bisa terdampar di Korea dan dihadapi dengan masalah percintaan yang rumit.

“ Ehemmm…Jay...” aku menatap serius ke wajahnya setelah tawaku mereda

“ Ne...”

“ Bolehkah aku meminta dua hal kepadamu??” tanyaku penuh harap

“ Rei... aku masih suci… jangan memintaku melakukan hal yang tidak-tidak..” kata Jay sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Hampir saja aku melempar gelas milk shake milikku bila saja ia tidak segera tertawa dan meminta maaf, “ Mian… Rei... mian...” ucapnya di sela tawa renyahnya membuatku menjadi malas mengatakan keinginanku.
“ Mian… Rei… ayolah tadi kamu mau bicara apa??” bujuk Jay

Aku tersenyum lucu membayangkan kata-kata yang ingin kuucapkan, “ Jay….saat aku menikah nanti… aku ingin kau mengabulkan permintaanku… Dan yang kuinginkan itu adalah....”

.
.
.

Aku tersentak saat seseorang menyenggol lengan kananku berkali-kali, membuat lamunanku buyar seketika.
Aku memandang bingung namja yang berada di sampingku.

“ Reika Kaguya... Bersediakah kau menerima Jang Wooyoung sebagai suamimu?! Menemaninya di kala suka dan duka, sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kalian?!”

Aku kembali menatap bingung namja di sampingku yang semakin gelisah karena aku tidak menjawab pertanyaan yang diajukan seorang pendeta di hadapan kami. Dan malah dengan ekspresi bingung aku menoleh ke arah yang diisyaratkan namja tampan berkemeja putih dengan sedikit warna gold di bagian kerahnya.

Uppss… Sepertinya aku terlalu lama melamun hingga lupa kalau aku sedang berada di acara pernikahanku.
Lebih bodohnya lagi, sekarang malah jantungku ikut berdegup keras karena gugup.

“ Reika Kaguya... Bersediakah kau menerima Jang Wooyoung sebagai suamimu?! Menemaninya di kala suka dan duka, sehat dan sakit, sampai maut memisahkan kalian?!” tanya Pendeta itu untuk kesekian kalinya

“ Aaa…aku…” aku bertambah gugup sementara jantungku juga ikut berdegup keras
Aku memejamkan mata sekilas untuk menenangkan hatiku, “ Tentu... aku bersedia...” jawabku mantap akhirnya dan dapat kudengar tarikan nafas lega namja di samping kananku.

Jay melangkah mendekat ke arah kami dengan membawa kotak berisi sepasang cincin yang indah untuk kami berdua. Dengan perintah pendeta, kami saling menyematkan cincin indah itu itu di jari manis kanan kami masing-masing.

“ Dengan ini kalian telah sah menjadi sepasang suami istri...” ucap pendeta itu lantang, “ Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita…”

Mendadak ruangan dalam gereja menjadi riuh. Dapat kulihat para member 2PM yang lain tersenyum menggodaku dan Wooyoung.
Ketika kami berhadapan, aku bisa memandang Wooyoung yang juga sama gugupnya denganku
“ Boleh aku menciummu??” Tanya Wooyoung dengan wajah polosnya.
Mataku terbelalak sama seperti member 2PM yang menggeleng-gelengkan kepala mereka mendengar pertanyaan Wooyoung.

“ PABO… PABO… Pertanyaan apa itu Uyongieee?!!” aku mendengar seseorang pria dengan aksen Daegu nya yang kental merutuki.

“ Yakkkk… Uyongieee…  Kalau kau tidak bisa cepat mundur dari sana, biar aku yang menggantikan..” seru Taecyeon yang sudah berdiri dari duduknya

“ Kurasa selama mereka pacaran, mereka tidak pernah berciuman… kasihan....” kini sang maknae, Chansung ikut menimpali.

Wooyoung menoleh ke arah teman-temannya yang masih saja ribut sendiri, “ Yackkk... aku kan hanya berlaku sopan…” Wooyoung membela diri dengan wajah merona.

“ Aku rasa kita harus memantau mereka pada saat malam pertama dan honeymoon nanti??!” kata Jay dan langsung disetujui para member 2PM yang lain.

“ Kau benar hyung… Kalau tidak, sampai kapanpun… kurasa Uyong tidak akan mendapatkan keturunan...” jawab Nichkhun menimpali kata-kata Jay

“  Tapi aku sungguh tidak menyangka Wooyoung yang akan pertama menikah duluan…” kata JYP sambil tertawa

“ Mau taruhan hyung…berapa lama mereka akan bertahan?!” Junho ikut menanggapi.

“ Yackkk... aku mendengar itu!!!!” protes Wooyoung

Wooyoung tidak sempat membalas cibiran teman-temannya lagi, karena aku segera menarik kerah jasnya dan mencium tepat di bibirnya yang sensual.
Hanya sekitar lima detik bibirku menempel di bibirnya namun mampu membuat seluruh isi ruangan gereja ramai disertai ratusan lampu blitz yang tak henti-hentinya mengabadikan moment pernikahan kami.
“ Begitu saja tidak bisa...” ucapku ketus menyembunyikan rona merah di pipiku.

Wooyoung tertegun dengan wajah memerah. Dan masih dengan wajah yang sama ia menatap pendeta yang selalu tersenyum melihat keributan kecil kami yang justru mengundang tawa.
“ Boleh kami berciuman sekali lagi??” tanyanya polos membuat seluruh gereja itu riuh kembali.

“ Tentu saja Tuan Jang Wooyoung..” jawab Pendeta itu sambil tertawa kecil
Baru saja wajah suamiku itu hendak mendekati wajahku, aku sudah mendorongnya pelan, “Yack..nanti saja..” 

“ Tapi Bapak pendeta sudah memberikan ijin, Chagie...” pintanya memelas

Para member 2PM tertawa girang melihat senjata ~angggg andalan Wooyoung tidak mempan untukku.

Tiba-tiba telingaku menangkap alunan nada yang sangat kukenal, serentak para member 2PM dan Jay berhamburan sambil membawa microphone di tangan mereka. Nichkhun mengapit pundak Wooyoung dan menyerahkan salah satu microphone yang dibawanya.

only you niga anim nal gochil su eobseo nandasi useul su ga eobseo
it’s only you my baby it’s only you
 kkeutnabeorin chueogeul honja wae nochi motago butjaba jinagan geu saram bonaejugo saeroun sarmeul sara
o~ nado ara geuraeya handaneun geol nado ara

cheoeum han dareun mitji antaga duljjae dareun gyesok uldaga
setjjae dareun maeumeul dajapgo dareun sarameul manna
o~ boryeo haesseo
hajiman naneun useul su eobseosseo

Aku menutup mulutku yang ternganga dengan kedua tanganku, tidak dapat kupercayai dengan pemandangan yang kulihat hari ini.
Aku tidak bisa menyembunyikan kebahagianku saat melihat mereka menyanyikan lagu yang kusukai dengan dance seperti biasa. Namun yang paling membuatku bahagia adalah melihat mereka bertujuh seperti formasi mereka pertama kali.

Yah…lengkap sudah dua keinginanku yang pernah kuungkapkan kepada Jay.
Pertama… Aku ingin sahabatku, Jay, menjadi wali untuk pernikahanku menggantikan appa-ku yang telah tiada.
Kedua… Aku ingin melihat Jay bernyanyi bersama 2PM sekali lagi di pernikahanku, meski hanya kolaborasi dan bukan sebagai satu team lagi.

Aku sedikit mengangkat gaun putihku dan berlari ke arah namja berpipi chubby yang kini sedang membuka kedua tangannya untukku. Tanpa kusia-siakan aku segera menghambur ke dalam pelukannya dan Wooyoung mengecup bibirku. Tidak kupedulikan tatapan jahil member 2PM yang mengelilingi kami

“ Hei..kau bahagia tidak??”

Aku melepaskan ciumanku dan menoleh ke arah suara itu, “ Bodoh kalau kukatakan aku tidak bahagia..” jawabku sambil tersenyum menatap Jay yang sedikit terengah-engah sehabis melakukan beberapa gerakan dance.

“ Memang kau bodoh!!!  Buktinya kau lebih memilih namja ayam itu sebagai suamimu dan bukan aku...” Jay menggodaku sekaligus Wooyoung

“ Hyung..terserah kau mau bilang apa... karena pemenang tidak perlu berkata apa-apa untuk membuktikan kehebatannya…” Kata Wooyoung membalas kata-kata Jay sambil memeluk tubuhku dari belakang
Tangisku tidak bisa terbendung lagi di antara suasana membahagiakan itu.

“ Kalau begitu hapus air matamu..” ucap seseorang di belakang tubuh Jay

Aku tersenyum dan mengangguk cepat menatap JYP, “ Gamsahamnida..” kataku sambil membungkukkan badanku

“ Ne… Cheonma...” jawabnya

“ Jay benar. Aku memang bukan Tuhan yang bisa menentukan seluruh kehidupan artisku dan takdir...” JYP menepuk pundak Jay pelan kemudian merangkul bahunya.
Aku dapat melihat binar bahagia di mata Jay yang menatap mantan bos nya.

Tanpa permisi dua namja yang tidak sadar diri dengan ukuran badannya, Taecyeon dan Chansung menyelinap ke tengah-tengah kami.
“ Sudah… sudah… Bagaimana kalau kita foto dulu!!??” usul Chansung setengah berbisik sambil menunjuk para wartawan.

“ Kita berikan mereka berita yang tidak akan pernah mereka lupakan..” Taecyeon menambahkan sambil menaik-naikan alis lebatnya.

JYP mengangguk mantap, “ Good idea Ok Cat!!! Channie!!!”

“ Baiklah hitungan ketiga… kita berikan pose terbaik kita untuk mereka abadikan….” saran JYP lebih lanjut.

“ Hana….” Member 2PM mulai menghitung

“ Dul....” Jay dan JYP ikut menghitung

“ Set.......” seru kami bersama-sama sambil berbalik menghadap wartawan dan berpose memakai tanda V di tangan kami masing-masing.

Ratusan blitz berkali-kali mengabadikan moment hari ini. Dan aku yakin besok seluruh media cetak dan media elektronika akan dihebohkan dengan berita hari ini.

Pertama... Berita mengenai pernikahanku dengan Jang Wooyoung-ku tersayang.
Kedua...... 2PM dan Jay berkolaborasi menyanyikan lagu ‘Only You’ di acara pernikahan kami.
Ketiga...... Dalam foto kami, ada JYP dan Jay saling berangkulan!!!!

Hahahaha… Bukankah itu berita yang kalian tunggu Hottest??! Jaywalkerz??!!!!
And ... You got it now!!!!
.
.
.

HAPPY ENDING-TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar